Skip to main content

Featured

Oposisi Lillahi Ta'ala

Kamu bayangin deh lagi nonton pertandingan sepak bola di mana seluruh orang di lapangan, mulai dari pemain kedua kesebelasan, wasit tengah, hakim garis, hingga penjaga gawang mengenakan jersey dari klub yang sama? Tidak ada tekel keras, tidak ada protes, dan semua pemain dengan riang gembira menendang bola ke gawang yang sama. Kalau kamu terlanjur membeli tiket untuk menonton laga itu, dijamin kamu akan langsung minta uang pengembalian sambil ngedumel karena itu bukan pertandingan olahraga, melainkan sirkus keliling yang kekurangan modal. Begitulah kira-kira gambaran ideal demokrasi jika dibandingkan dengan realitas politik kita hari ini. Di dalam buku teks kuliah ilmu politik atau hukum tata negara, oposisi digambarkan sebagai pahlawan berjas rapi. Tugas mereka mulia sekali, yaitu menjadi rem pengaman agar kekuasaan presiden tidak kebablasan menjadi raja kecil, merumuskan tandingan kebijakan yang masuk akal, sekaligus menjadi corong bagi rakyat kecil yang suaranya sering kali diabaik...

Rindu tanpa Temu


 

Mengingat seseorang yang tidak pernah kita jumpai, tentu adalah sebuah kemustahilan. Seperti melupakan seseorang yang paling kita kenal dan paling kita cintai. Ini sedikit mungkin. 


Tapi tentu, jika yang kita cintai, yang kita rindukan, hidup ratusan tahun, sebelum kita ada. Hanya sejarah dan monumen perjuangannya yang bisa kita nikmati. Untuk mengobati rindu dan tentu tanpa pernah temu.


Memang benar, tak ada obat lain yang paling manjur dari rindu kecuali temu. Terlebih pada seseorang yang dicintai seluruh alam. Ia, yang hadirnya mampu mengukir senyum di setiap wajah yang menatapnya. Meneguhkan segala keraguan dari fakirnya pikiran. Menuai rindu dan kesedihan luar biasa saat kepergiannya. 


Tentu, jika bukan ia yang dicintai mana mungkin lautan air mata, membasahi padang pasir nan gersang. Dan di kelahirannya bulan menerangi memberikan isyarat bahwa manusia pilihan terakhir siap memberikan pencerahan bagi seluruh alam. Menghapus duka, penindasan dan ketidakadilan atas nama tuhan lain. 


Sekali lagi, aku hanya ingin menegaskan bahwa perjumpaan denganmu adalah apa yang ku usahakan hari ini. Semoga cinta cita mu bisa aku teladani hingga sampai pada perjumpaan abadi. 


Aku cinta padamu nabi Muhammad

Selamat Maulid Nabi, 1442 H

Semoga rindu berbalas temu


Comments

Post a Comment