Skip to main content

Featured

Jatuh Cinta dan Hal-Hal yang Menghidupkanku

 "Pernahkah kau jatuh cinta?" Pertanyaan itu datang mengejutkan, hinggap di telingaku seperti kepakan sayap burung malam yang mencari tempat berteduh. Aku tertegun sejenak, menatap sejauh mata memandang, menembus cakrawala ingatan yang sesungguhnya ingin kulupakan. Tentu. Aku pernah jatuh cinta. Sangat dalam, dalam sekali. Sebuah rasa yang begitu menghunjam, menetap dalam waktu yang teramat panjang, hingga ia menjelma menjadi satu-satunya poros tempat duniaku berputar. Namun, tahukah kau apa harganya? Cinta yang seagung itu ternyata meminta bayaran yang teramat mahal. Ia merenggut fokusku, mengikis ketenangan jiwaku, dan yang paling menyakitkan ia membuatku kehilangan hafalan-hafalan yang pernah kujaga dengan seluruh detak nadiku. Cinta itu, pada akhirnya, menyisakan ruang hampa yang luluh lantak. Sejak badai itu berlalu, aku tak bisa lagi. Pintu itu telah tertutup, atau mungkin sengaja kukunci rapat-rapat. Rasanya, romansa dan cinta kasih antarmanusia memang bukan lagi bagia...

Rindu tanpa Temu


 

Mengingat seseorang yang tidak pernah kita jumpai, tentu adalah sebuah kemustahilan. Seperti melupakan seseorang yang paling kita kenal dan paling kita cintai. Ini sedikit mungkin. 


Tapi tentu, jika yang kita cintai, yang kita rindukan, hidup ratusan tahun, sebelum kita ada. Hanya sejarah dan monumen perjuangannya yang bisa kita nikmati. Untuk mengobati rindu dan tentu tanpa pernah temu.


Memang benar, tak ada obat lain yang paling manjur dari rindu kecuali temu. Terlebih pada seseorang yang dicintai seluruh alam. Ia, yang hadirnya mampu mengukir senyum di setiap wajah yang menatapnya. Meneguhkan segala keraguan dari fakirnya pikiran. Menuai rindu dan kesedihan luar biasa saat kepergiannya. 


Tentu, jika bukan ia yang dicintai mana mungkin lautan air mata, membasahi padang pasir nan gersang. Dan di kelahirannya bulan menerangi memberikan isyarat bahwa manusia pilihan terakhir siap memberikan pencerahan bagi seluruh alam. Menghapus duka, penindasan dan ketidakadilan atas nama tuhan lain. 


Sekali lagi, aku hanya ingin menegaskan bahwa perjumpaan denganmu adalah apa yang ku usahakan hari ini. Semoga cinta cita mu bisa aku teladani hingga sampai pada perjumpaan abadi. 


Aku cinta padamu nabi Muhammad

Selamat Maulid Nabi, 1442 H

Semoga rindu berbalas temu


Comments

Post a Comment