Skip to main content

Featured

Gema Sepuluh Tahun

 Aku tidak pernah benar-benar tahu di mana batas antara jatuh cinta dan sekadar mengagumi. Bagi orang lain, perasaan itu mungkin punya spektrum warna yang jelas—merah membara atau merah muda yang manis. Tapi di kadarku, rasa suka itu datang begitu saja, datar, tenang, lalu menetap tanpa banyak menuntut. Sampai aku membaca kalimat Søren Kierkegaard suatu sore di sudut toko buku: “Kalau kamu bisa melepas dan mengorbankan apa pun yang kamu cintai untuknya tanpa berharap dia akan memilihmu atau tidak, itu baru namanya cinta.” Mesti begitu pahitkah? Dulu, aku mengira cinta adalah perkara merelakan dengan lapang dada. Kurasa tidak akan ada yang separah itu—sampai orang itu datang dalam hidupku. Seseorang yang tidak pernah berjanji apa-apa, tapi berhasil menguasai kepalaku hingga sepuluh tahun lebih. Selama itu pula, tanpa sadar aku telah memasang standar yang tidak kasat mata. Di setiap ruang tunggu stasiun, di antara ramainya kafe beraroma kopi, hingga pada senyum asing yang singgah ses...

Rindu tanpa Temu


 

Mengingat seseorang yang tidak pernah kita jumpai, tentu adalah sebuah kemustahilan. Seperti melupakan seseorang yang paling kita kenal dan paling kita cintai. Ini sedikit mungkin. 


Tapi tentu, jika yang kita cintai, yang kita rindukan, hidup ratusan tahun, sebelum kita ada. Hanya sejarah dan monumen perjuangannya yang bisa kita nikmati. Untuk mengobati rindu dan tentu tanpa pernah temu.


Memang benar, tak ada obat lain yang paling manjur dari rindu kecuali temu. Terlebih pada seseorang yang dicintai seluruh alam. Ia, yang hadirnya mampu mengukir senyum di setiap wajah yang menatapnya. Meneguhkan segala keraguan dari fakirnya pikiran. Menuai rindu dan kesedihan luar biasa saat kepergiannya. 


Tentu, jika bukan ia yang dicintai mana mungkin lautan air mata, membasahi padang pasir nan gersang. Dan di kelahirannya bulan menerangi memberikan isyarat bahwa manusia pilihan terakhir siap memberikan pencerahan bagi seluruh alam. Menghapus duka, penindasan dan ketidakadilan atas nama tuhan lain. 


Sekali lagi, aku hanya ingin menegaskan bahwa perjumpaan denganmu adalah apa yang ku usahakan hari ini. Semoga cinta cita mu bisa aku teladani hingga sampai pada perjumpaan abadi. 


Aku cinta padamu nabi Muhammad

Selamat Maulid Nabi, 1442 H

Semoga rindu berbalas temu


Comments

Post a Comment

Popular Posts