Skip to main content

Posts

Featured

Jatuh Cinta dan Hal-Hal yang Menghidupkanku

 "Pernahkah kau jatuh cinta?" Pertanyaan itu datang mengejutkan, hinggap di telingaku seperti kepakan sayap burung malam yang mencari tempat berteduh. Aku tertegun sejenak, menatap sejauh mata memandang, menembus cakrawala ingatan yang sesungguhnya ingin kulupakan. Tentu. Aku pernah jatuh cinta. Sangat dalam, dalam sekali. Sebuah rasa yang begitu menghunjam, menetap dalam waktu yang teramat panjang, hingga ia menjelma menjadi satu-satunya poros tempat duniaku berputar. Namun, tahukah kau apa harganya? Cinta yang seagung itu ternyata meminta bayaran yang teramat mahal. Ia merenggut fokusku, mengikis ketenangan jiwaku, dan yang paling menyakitkan ia membuatku kehilangan hafalan-hafalan yang pernah kujaga dengan seluruh detak nadiku. Cinta itu, pada akhirnya, menyisakan ruang hampa yang luluh lantak. Sejak badai itu berlalu, aku tak bisa lagi. Pintu itu telah tertutup, atau mungkin sengaja kukunci rapat-rapat. Rasanya, romansa dan cinta kasih antarmanusia memang bukan lagi bagia...

Latest Posts

Kepada-Mu, Aku Pulang

Riak Rindu Menuju Muara: Sebuah Manuskrip Kepulangan

Membaca Ulang Jarak

Ironi Kosmologi Hijau: Saat Sebutir Buah Mengusir Adam, Namun Jutaan Hektare Hutan Papua Ditukar Tiket Surga

Tembok

Tenun

Pulang

Menuju Kudus: Sebuah Perjalanan Mencari Rasa

Pesan

Harap

Purna

Replika

Anamnesis

Satu Skup Keyakinan di Meja Perjamuan

Symphony Lapar dan Perjamuan yang Tak Pernah Tiba

Anomali Presisi

Kromosom

Kopi Luak: High-End Coffee atau Cuma "Dirty" Marketing?

Menunggu di Ruang Antara

Sebuah Kedaulatan Memilih

Datang Tepat Waktu Tidak Membutuhkan Bakat Khusus: Sebuah Tinjauan Etis dan Sosial