Search This Blog
Sebuah catatan tentang hidup yang patut diperjuangkan dan dirayakan oleh makhluk bernama "anak perempuan pertama"
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Mencintai Manusia Baru
Bolehkah aku mencintaimu kembali? Namun bukan dengan cara yang lama, melainkan dengan rasa baru yang jauh berbeda.
Kau tentu tahu mengapa dulu aku menolakmu begitu keras. Aku hanya terlampau takut kehilangan diriku sendiri dan seluruh ikhtiar yang kubangun kembali, puing-puing mimpi yang kususun ulang dengan berdarah-darah setelah tsunami itu meratakan segalanya. Di saat yang sama, aku tak ingin melukai jalan luhur yang sedang kau tempuh. Aku tak mau jatuh cinta pada bayangan ideal di kepalaku, alih-alih mencintai dirimu yang utuh di alam nyata.
Aku hadir sebagai manusia baru di ruangmu, sedang kau telah memeluk caramu sendiri selama tiga dekade. Rasanya mustahil aku bisa mengubahmu, kecuali atas kemauanmu sendiri. Betapa naifnya jika aku mencoba mengendalikan hidupmu, atau memanfaatkan kerapuhanmu atas nama kasih sayang. Sungguh, itu bukan perlakuan yang beradab. Jika sampai aku melakukannya, betapa malunya aku pada ilmu dan gelar yang kusemat.
Lalu, bagaimana kabarmu di sana? Sudahkah kau tumbuh lebih bijaksana? Atau kini kau telah menjelma seorang filsuf yang selalu lapang mendengarkan tiap riuh ocehanku, sebuah pencapaian baru dari ketulusanmu?
Ajaibnya, kau tak kunjung jera mengajak bocah ini mengarungi pernikahan. Beribu kali kutolak, sebanyak itu pula kau bertahan. Dan di sini kau masih berdiri, menungguku.
Namun terlepas dari seluruh keteguhanmu, satu pertanyaanku: bagaimana jika takdir berkehendak lain dan kita ternyata bukan jodoh?
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Dari Topping Seblak Jadi Bahan Baku Sepatu Mewah: Jejak Inovasi Anak Bangsa Lewat Sepatu Kulit Ceker Ayam
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment