Search This Blog
Sebuah catatan tentang hidup yang patut diperjuangkan dan dirayakan oleh makhluk bernama "anak perempuan pertama"
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Riak Rindu Menuju Muara: Sebuah Manuskrip Kepulangan
Maka di hadapan hukum semesta yang benderang itu, sepasang mataku meredup, lalu bertanya pada sunyi yang paling palung: Lalu, apa lagi yang pantas kucari di kolong langit ini, selain Engkau?
Pencarian di luar diri-Mu hanyalah pengembaraan fatamorgana yang melelahkan kaki-kaki ringkih ini. Sebab, bukankah hakikat seorang kekasih yang didera rindu adalah mereka yang tak lelah merapal mantra pertemuan? Ia adalah jiwa yang gelisah, yang senantiasa ingin memangkas bentangan waktu dan meruntuhkan jembatan jarak yang memisahkan. Lalu, untuk apa lagi aku mengulur waktu, berlama-lama mengasingkan diri dalam keterpisahan yang menyiksa ini? Dunia ini terlalu bising untuk hati yang hanya ingin mendengar bisikan-Mu.
"Aku berada dalam prasangka hamba-Ku."
Kalimat-Mu adalah sauh tempat saujana hatiku berlabuh. Aku mengimani dengan seluruh sisa jemariku yang gemetar, bahwa Engkau senantiasa merindukan hamba-hamba-Mu bahkan ketika mereka sedang mendekam dalam kemelekatan dosa yang pekat, lalu merangkak tertatih menjemput pintu pertaubatan. Engkau tidak membuang muka; Engkau menunggu kepulangan kami dengan pelukan yang mahaluas.
Maka, ya Rahman, panggilah aku. Letakkan jiwaku yang luruh ini ke dalam dekapan-Mu yang tak pernah melepaskan. Tumbuhkan sebuah rasa di mana seluruh megah dunia ini menguap menjadi hampa, hingga tak ada lagi yang tersisa untuk diharapkan selain perjumpaanku dengan-Mu.
Panggilah aku dengan cara-Mu yang paling sunyi, paling indah, dan paling romantis. Agar segala jenis kerinduan yang selama ini membakar dada, tidak perlu lagi tersiksa oleh sekat-sekat waktu. Izinkan aku larut, abadi, dan pulang ke rahim cinta-Mu.
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Ibadah Transaksional: Paradigma Religius yang Tumbuh dalam Bayang-Bayang Materialisme
- Get link
- X
- Other Apps
Dari Topping Seblak Jadi Bahan Baku Sepatu Mewah: Jejak Inovasi Anak Bangsa Lewat Sepatu Kulit Ceker Ayam
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment