Skip to main content

Featured

Tembok

  Di hadapanmu, aku sering kali berubah menjadi arsitek yang tekun; membangun benteng-benteng tinggi dari batu bata ego dan semen kemandirian yang keras. Sebagai anak pertama, mandiri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan napas. Aku terbiasa menjadi tiang penyangga yang pantang goyah, menjadi manusia yang "tidak apa-apa" saat dunia sedang runtuh. Menolak bantuan adalah caraku menjaga harga diri, seolah meminta tolong adalah pengakuan akan kekalahan. Namun, di matamu, semua pertahanan itu seolah kehilangan gravitasinya. Marahku, sehebat apa pun ledakannya, ternyata memiliki tanggal kedaluwarsa yang amat singkat. Aku bisa bersumpah untuk diam seribu bahasa, tapi paling lama hanya bertahan tiga hari — paling mentok seminggu jika aku sedang sangat keras kepala. Begitu wajahmu muncul, kaku di pundakku meluruh, mencair menjadi aliran air yang tenang. Tawa yang sempat kusandera kembali pulang ke rumahnya, dan sifat usil serta manjaku yang biasanya terkunci rapat, tiba-tiba keluar ta...

IJTIHAD

 


IJTIHAD 


--------------------

الاجتهاد لا ينقض بالاجتهاد

Ijtihad yang satu, tidak dapat digugurkan oleh ijtihad yang lainnya.


👨 : "Dik, tresnaku padamu ijtihad lama, bagaimana bisa ia digugurkan oleh ijtihad baru kayak remahan rengginang itu.." 


 🧕 : "Mas, semua ijtihad boleh diterima, dipilih dan diikuti, tetapi hanya satu ijtihad yang paling meyakinkan, pas dan tepat yang ku ambil"

 

👨 : "Walah, jadi selama ini aku cuma dianggap ijtihad yang tidak meyakinkan, pas dan tepat ?"


🧕 : "Dominasinya begitu mas..."


Dari buku "Belajar Mudah Kaidah Ushul Fiqh ala Bucin"

Karya Edi AH Iyubenu

Terima kasih telah memberikan cara belajar kaidah ushul fiqh yang menyenangkan dan tentu membuat wuuwuwuwu


"Dari Sore untuk Senja"


#student #study #lovequotes #ushulfiqh #ushulfiqhi #islamcinta #bucin #bucinberkelas #bucinstory #shortstory #quoteoftheday #ushul #fiqh #imam

Comments