Search This Blog
Sebuah catatan tentang hidup yang patut diperjuangkan dan dirayakan oleh makhluk bernama "anak perempuan pertama"
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Purna
Menerima sebuah penolakan seringkali dianggap sebagai beban, namun bagiku, ada sesuatu yang lebih berat daripada kata "tidak": yaitu membiarkan diri terjebak dalam ketidakpastian yang berlarut. Aku cukup yakin bahwa caramu menerima keputusanku adalah sebuah proses yang berat. Penolakan memang bukan pilihan yang mudah untuk diucapkan, pun bukan hal yang ringan untuk didengar. Namun, di atas segala rasa segan, ada hal prinsipil yang aku pegang teguh, sebuah kompas internal yang membuat langkahku terasa lebih ringan meski jalannya mendaki.
Dalam sebuah relasi, negosiasi adalah hal lumrah. Itulah sebabnya opsi demi opsi telah kutawarkan berkali-kali, memberikan ruang bagi kita untuk mencari titik temu. Namun, realita seringkali tidak berjalan beriringan dengan ekspektasi. Respons yang kuterima darimu ternyata berada di kutub yang berbeda dari apa yang kuharapkan. Di titik inilah aku tersadar akan keterbatasanku sebagai manusia.
Aku bukanlah Tuhan yang memiliki mantra ajaib untuk mengubah hati atau sudut pandang seseorang dalam sekejap mata. Aku tidak memiliki kuasa untuk memaksakan pemahaman yang sama ke dalam kepalamu. Menyadari bahwa aku tidak bisa "memperbaiki" situasi atau mengubah dirimu adalah sebuah bentuk pembebasan. Aku berhenti mencoba menjadi pemegang kendali atas sesuatu yang di luar jangkauanku.
Maka, ketegasan ini adalah garis akhir yang kubuat dengan sadar. Jangan pernah kembali menyapa, karena sapaan tanpa perubahan hanya akan membuka luka yang berusaha kututup. Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal, apalagi merasa dekat. Pura-pura asing mungkin terasa kejam, namun bagiku, itu adalah cara paling jujur untuk menghormati keputusan masing-masing. Terkadang, jarak yang absolut adalah satu-satunya cara agar kita bisa benar-benar melangkah maju tanpa harus menoleh ke belakang dengan penuh keraguan.
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Ibadah Transaksional: Paradigma Religius yang Tumbuh dalam Bayang-Bayang Materialisme
- Get link
- X
- Other Apps
Jejak Politik Muslimah: Ketika Sejarah Bicara, Lalu Kita Membungkamnya
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment