Skip to main content

Featured

Oposisi Lillahi Ta'ala

Kamu bayangin deh lagi nonton pertandingan sepak bola di mana seluruh orang di lapangan, mulai dari pemain kedua kesebelasan, wasit tengah, hakim garis, hingga penjaga gawang mengenakan jersey dari klub yang sama? Tidak ada tekel keras, tidak ada protes, dan semua pemain dengan riang gembira menendang bola ke gawang yang sama. Kalau kamu terlanjur membeli tiket untuk menonton laga itu, dijamin kamu akan langsung minta uang pengembalian sambil ngedumel karena itu bukan pertandingan olahraga, melainkan sirkus keliling yang kekurangan modal. Begitulah kira-kira gambaran ideal demokrasi jika dibandingkan dengan realitas politik kita hari ini. Di dalam buku teks kuliah ilmu politik atau hukum tata negara, oposisi digambarkan sebagai pahlawan berjas rapi. Tugas mereka mulia sekali, yaitu menjadi rem pengaman agar kekuasaan presiden tidak kebablasan menjadi raja kecil, merumuskan tandingan kebijakan yang masuk akal, sekaligus menjadi corong bagi rakyat kecil yang suaranya sering kali diabaik...

Purna




Menerima sebuah penolakan seringkali dianggap sebagai beban, namun bagiku, ada sesuatu yang lebih berat daripada kata "tidak": yaitu membiarkan diri terjebak dalam ketidakpastian yang berlarut. Aku cukup yakin bahwa caramu menerima keputusanku adalah sebuah proses yang berat. Penolakan memang bukan pilihan yang mudah untuk diucapkan, pun bukan hal yang ringan untuk didengar. Namun, di atas segala rasa segan, ada hal prinsipil yang aku pegang teguh, sebuah kompas internal yang membuat langkahku terasa lebih ringan meski jalannya mendaki.

Dalam sebuah relasi, negosiasi adalah hal lumrah. Itulah sebabnya opsi demi opsi telah kutawarkan berkali-kali, memberikan ruang bagi kita untuk mencari titik temu. Namun, realita seringkali tidak berjalan beriringan dengan ekspektasi. Respons yang kuterima darimu ternyata berada di kutub yang berbeda dari apa yang kuharapkan. Di titik inilah aku tersadar akan keterbatasanku sebagai manusia.

Aku bukanlah Tuhan yang memiliki mantra ajaib untuk mengubah hati atau sudut pandang seseorang dalam sekejap mata. Aku tidak memiliki kuasa untuk memaksakan pemahaman yang sama ke dalam kepalamu. Menyadari bahwa aku tidak bisa "memperbaiki" situasi atau mengubah dirimu adalah sebuah bentuk pembebasan. Aku berhenti mencoba menjadi pemegang kendali atas sesuatu yang di luar jangkauanku.

Maka, ketegasan ini adalah garis akhir yang kubuat dengan sadar. Jangan pernah kembali menyapa, karena sapaan tanpa perubahan hanya akan membuka luka yang berusaha kututup. Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal, apalagi merasa dekat. Pura-pura asing mungkin terasa kejam, namun bagiku, itu adalah cara paling jujur untuk menghormati keputusan masing-masing. Terkadang, jarak yang absolut adalah satu-satunya cara agar kita bisa benar-benar melangkah maju tanpa harus menoleh ke belakang dengan penuh keraguan.

Comments