Search This Blog
Sebuah catatan tentang hidup yang patut diperjuangkan dan dirayakan oleh makhluk bernama "anak perempuan pertama"
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Cita-Cita Mati Muda
Ada kalanya manusia ingin menyerah pada hidup bukan karena ingin mati, tapi karena lelah menjalani. Ucapan “aku ingin mati muda saja” sering kali meluncur begitu saja, entah dari mulut yang letih atau hati yang sedang kehilangan arah.
Sementara usia yang singkat, bisa jadi adalah bentuk cinta Tuhan yang terlalu besar, yang tak ingin hamba-Nya terlalu lama tersesat di dunia.
Ada orang yang dipanjangkan umurnya supaya ia sempat belajar ikhlas, sabar, dan tawakal. Dibiarkan menua agar bisa meluruhkan ego, memaafkan masa lalu, dan mencicipi arti dari kata “tenang”.
Ada pula yang dipanggil di usia yang sangat muda karena hidupnya sudah cukup padat makna. Ia telah menyelesaikan babnya dengan baik, meski halamannya sedikit.
Tapi tentu, dari kacamata manusia, semua itu tampak tak adil.
Coba kita pikir kembali, Kalau memang kita mati muda, apa yang sudah kita siapkan untuk dibawa pulang? Dan kalau kita hidup panjang, apakah kita benar-benar menggunakan waktu itu untuk memperbaiki diri atau sekadar menunda taubat?
Kita sering membayangkan kematian dalam bentuk tragedi, padahal kematian hanyalah pintu yang membuka babak baru. Yang tragis bukan karena mati muda, tapi karena mati dalam keadaan tak siap.
Tuhan tidak pernah keliru dalam mengatur umur. Yang muda dan yang tua, semuanya berjalan sesuai takaran yang sudah ditetapkan. Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tapi bagaimana kita hidup.
Apakah setiap detik yang kita habiskan mendekatkan kita pada surga, atau justru menambah alasan untuk diadili? Jadi, kalau hari ini masih diberi umur panjang, mungkin bukan karena kita istimewa.
Dan kalau besok tiba-tiba ajal mengetuk, semoga bukan panik yang pertama datang, melainkan senyum lega, karena akhirnya kita pulang ke tempat yang sejak awal menjadi tujuan.
Selamat kembali teman, ke dekapan hangat tanpa jeda juga kasih kasih sayang sempurna dari-Nya.
Semoga nanti bisa berjumpa.
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Ibadah Transaksional: Paradigma Religius yang Tumbuh dalam Bayang-Bayang Materialisme
- Get link
- X
- Other Apps
Jejak Politik Muslimah: Ketika Sejarah Bicara, Lalu Kita Membungkamnya
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment