Search This Blog
Sebuah catatan tentang hidup yang patut diperjuangkan dan dirayakan oleh makhluk bernama "anak perempuan pertama"
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Wisuda: Untold Story
Wisuda momentum yang di nanti mahasiswa tingkat akhir, beragam ekspektasi tertanam di sana. Ada rasa bahagia, haru bercampur aduk dengan duka.
Bahagia karena hasil berjuang selama studi menemui titik puncaknya, sedih manakala harus berpisah dengan kawan seperjuangan yang akan segera sibuk dengan hidupnya masing-masing.
Haru karena ada persembahan hadiah kecil bagi orang tua yang tak kenal lelah berjuang mendukung dengan segala daya upaya. Momentum saat bergesernya tali toga dari kiri ke kanan: gelap menuju terang.
Pepatah terkadang benar, terlalu tinggi ekspektasi, pasti akan merasakan jatuh yang teramat. Banyak hal di luar ekspektasi terjadi, bahkan tak pernah terbayangkan. Moment sekali seumur hidup ini akan berakhir penuh kecewa dan luka: wisuda.
Mulai dari pandemi, yang menyebabkan wisuda online, pelayanan kurang layak selama proses menuju wisuda, belum lagi soal hasil potret yang begitu mengecewakan, ditambah kurangnya apresiasi bagi mereka yang telah berjuang untuk menjadi yang terbaik di antara wisudawan/i terbaik lainnya.
Seperti luka disayat terus menerus, ditaburi garam. Dan proses penyembuhannya adalah menuliskannya, jika tidak begitu hanya akan terus mengganggu pikiran.
Hati anak mana yang tak sakit, tatkala orang tuanya yang telah mengupayakan datang dari jauh tetapi tak disediakan air seteguk pun untuk diminum pada agenda yang digadang-gadangkan begitu istimewa. Belum lagi soal baju toga, tanpa rasa bersalah, mereka hanya menawarkan almamater sebagai gantinya. Jangan tanya soal komunikasi, apa-apa yang dikeluhkan hanya berujung pada kesia-siaan.
Tuhan, singkirkan apa yang terus mengganggu pikiran, saat manusia tidak dimanusiakan manusia lainnya, maka manusia sejati sudah barang tentu patah hatinya.
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Ibadah Transaksional: Paradigma Religius yang Tumbuh dalam Bayang-Bayang Materialisme
- Get link
- X
- Other Apps
Jejak Politik Muslimah: Ketika Sejarah Bicara, Lalu Kita Membungkamnya
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment