Skip to main content

Featured

Jatuh Cinta dan Hal-Hal yang Menghidupkanku

 "Pernahkah kau jatuh cinta?" Pertanyaan itu datang mengejutkan, hinggap di telingaku seperti kepakan sayap burung malam yang mencari tempat berteduh. Aku tertegun sejenak, menatap sejauh mata memandang, menembus cakrawala ingatan yang sesungguhnya ingin kulupakan. Tentu. Aku pernah jatuh cinta. Sangat dalam, dalam sekali. Sebuah rasa yang begitu menghunjam, menetap dalam waktu yang teramat panjang, hingga ia menjelma menjadi satu-satunya poros tempat duniaku berputar. Namun, tahukah kau apa harganya? Cinta yang seagung itu ternyata meminta bayaran yang teramat mahal. Ia merenggut fokusku, mengikis ketenangan jiwaku, dan yang paling menyakitkan ia membuatku kehilangan hafalan-hafalan yang pernah kujaga dengan seluruh detak nadiku. Cinta itu, pada akhirnya, menyisakan ruang hampa yang luluh lantak. Sejak badai itu berlalu, aku tak bisa lagi. Pintu itu telah tertutup, atau mungkin sengaja kukunci rapat-rapat. Rasanya, romansa dan cinta kasih antarmanusia memang bukan lagi bagia...

Duka Kehilangan

 


Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un


Setiap kita adalah milik-Nya dan hanya akan kembali pada-Nya


Dengan tangan hampa? 

Itu pilihan, karena kita turun ke bumi tentu untuk sebuah alasan. 

Diamanahi tugas mulia, hanya untuk beribadah pada-Nya.


Sudah dilaksanakan ? 

Baru sadar ditugasi amanah mulia ?

Atau bahkan tidak berniat untuk melaksanakannya. 


Itu pilihan, kembali dengan tangan hampa atau dalam keadaan bahagia. Tapi ingat, selalu ada konsekuensi untuk setiap pilihan. 


Pastikan saat kau kembali, bawa serta laporan pertanggungjawaban mu. 

Soal isinya, pasti kau lebih tahu. 


Dan saya percaya, bahwa engkau telah siap menemui sang pemilik diri dengan seluruh amanah yang telah diupayakan. 


Duka mendalam atas kembalinya

Syaikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber

Semoga Allah senantiasa merahmatimu.


Duka sedalam cinta, semoga dapat bertemu dengan sang maha cinta.


Comments