Skip to main content

Featured

Gema Sepuluh Tahun

 Aku tidak pernah benar-benar tahu di mana batas antara jatuh cinta dan sekadar mengagumi. Bagi orang lain, perasaan itu mungkin punya spektrum warna yang jelas—merah membara atau merah muda yang manis. Tapi di kadarku, rasa suka itu datang begitu saja, datar, tenang, lalu menetap tanpa banyak menuntut. Sampai aku membaca kalimat Søren Kierkegaard suatu sore di sudut toko buku: “Kalau kamu bisa melepas dan mengorbankan apa pun yang kamu cintai untuknya tanpa berharap dia akan memilihmu atau tidak, itu baru namanya cinta.” Mesti begitu pahitkah? Dulu, aku mengira cinta adalah perkara merelakan dengan lapang dada. Kurasa tidak akan ada yang separah itu—sampai orang itu datang dalam hidupku. Seseorang yang tidak pernah berjanji apa-apa, tapi berhasil menguasai kepalaku hingga sepuluh tahun lebih. Selama itu pula, tanpa sadar aku telah memasang standar yang tidak kasat mata. Di setiap ruang tunggu stasiun, di antara ramainya kafe beraroma kopi, hingga pada senyum asing yang singgah ses...

Duka Kehilangan

 


Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un


Setiap kita adalah milik-Nya dan hanya akan kembali pada-Nya


Dengan tangan hampa? 

Itu pilihan, karena kita turun ke bumi tentu untuk sebuah alasan. 

Diamanahi tugas mulia, hanya untuk beribadah pada-Nya.


Sudah dilaksanakan ? 

Baru sadar ditugasi amanah mulia ?

Atau bahkan tidak berniat untuk melaksanakannya. 


Itu pilihan, kembali dengan tangan hampa atau dalam keadaan bahagia. Tapi ingat, selalu ada konsekuensi untuk setiap pilihan. 


Pastikan saat kau kembali, bawa serta laporan pertanggungjawaban mu. 

Soal isinya, pasti kau lebih tahu. 


Dan saya percaya, bahwa engkau telah siap menemui sang pemilik diri dengan seluruh amanah yang telah diupayakan. 


Duka mendalam atas kembalinya

Syaikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber

Semoga Allah senantiasa merahmatimu.


Duka sedalam cinta, semoga dapat bertemu dengan sang maha cinta.


Comments

Popular Posts