Skip to main content

Featured

Oposisi Lillahi Ta'ala

Kamu bayangin deh lagi nonton pertandingan sepak bola di mana seluruh orang di lapangan, mulai dari pemain kedua kesebelasan, wasit tengah, hakim garis, hingga penjaga gawang mengenakan jersey dari klub yang sama? Tidak ada tekel keras, tidak ada protes, dan semua pemain dengan riang gembira menendang bola ke gawang yang sama. Kalau kamu terlanjur membeli tiket untuk menonton laga itu, dijamin kamu akan langsung minta uang pengembalian sambil ngedumel karena itu bukan pertandingan olahraga, melainkan sirkus keliling yang kekurangan modal. Begitulah kira-kira gambaran ideal demokrasi jika dibandingkan dengan realitas politik kita hari ini. Di dalam buku teks kuliah ilmu politik atau hukum tata negara, oposisi digambarkan sebagai pahlawan berjas rapi. Tugas mereka mulia sekali, yaitu menjadi rem pengaman agar kekuasaan presiden tidak kebablasan menjadi raja kecil, merumuskan tandingan kebijakan yang masuk akal, sekaligus menjadi corong bagi rakyat kecil yang suaranya sering kali diabaik...

PATAH SAKIT


 PATAH SAKIT


Seorang teman pernah bertanya kepadaku, tentang patah dan sakit. Pernahkah kau mengalaminya ? Tentu jawabku. Karena apa ? Jatuh hati atau tak bisa memiliki ? Jatuh hati jawabku, dengan lirih sambil mengenang ia yang hingga kini aku cintai. 


Bukankah hal wajar, jika kita merasa patah lebih dalam lagi sakit, bahkan hingga mengecam dan menggelar aksi, ketika orang yang kita cintai dicaci-maki? Tanyaku padanya. 


Ouh tentu, itu bukti bahwa dirimu masih sangat mencintainya. Memastikan bahwa ia yang dicintai, tidak dilukai, lebih dalam lagi dibenci banyak manusia. Jawab temanku. 


Tentu, ini adalah bukti bahwa aku mencintainya. Tak rela bahkan merasa patah dan sakit tatkala ia dikucilkan, dijauhi banyak orang, dicaci-maki hingga dipukuli. Raga dan jiwa ini meronta, merasakan sakit yang teramat luar biasa. Seperti didera hal yang sama. Meski ia yang aku cintai, tak pernah merasa bahwa yang ia terima adalah sebuah kebencian. Ia selalu menjawab, bahwa mereka melakukan ini, hanya karena mereka tidak tahu, semoga nanti dari negeri ini lahir para pejuang tangguh yang membela agama kita. 


Bagaimana aku tidak jatuh hati padanya, bahkan sebelum pertemuan sejati. Aku akan selalu berusaha mencintainya. Tentu dengan belajar dan mencoba meneladaninya. 

Muhammadku Cintaku. 

Patah sakit, aku tanpamu, saat ada yang mencacimu. 


Comments