Search This Blog
Sebuah catatan tentang hidup yang patut diperjuangkan dan dirayakan oleh makhluk bernama "anak perempuan pertama"
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
PATAH SAKIT
PATAH SAKIT
Seorang teman pernah bertanya kepadaku, tentang patah dan sakit. Pernahkah kau mengalaminya ? Tentu jawabku. Karena apa ? Jatuh hati atau tak bisa memiliki ? Jatuh hati jawabku, dengan lirih sambil mengenang ia yang hingga kini aku cintai.
Bukankah hal wajar, jika kita merasa patah lebih dalam lagi sakit, bahkan hingga mengecam dan menggelar aksi, ketika orang yang kita cintai dicaci-maki? Tanyaku padanya.
Ouh tentu, itu bukti bahwa dirimu masih sangat mencintainya. Memastikan bahwa ia yang dicintai, tidak dilukai, lebih dalam lagi dibenci banyak manusia. Jawab temanku.
Tentu, ini adalah bukti bahwa aku mencintainya. Tak rela bahkan merasa patah dan sakit tatkala ia dikucilkan, dijauhi banyak orang, dicaci-maki hingga dipukuli. Raga dan jiwa ini meronta, merasakan sakit yang teramat luar biasa. Seperti didera hal yang sama. Meski ia yang aku cintai, tak pernah merasa bahwa yang ia terima adalah sebuah kebencian. Ia selalu menjawab, bahwa mereka melakukan ini, hanya karena mereka tidak tahu, semoga nanti dari negeri ini lahir para pejuang tangguh yang membela agama kita.
Bagaimana aku tidak jatuh hati padanya, bahkan sebelum pertemuan sejati. Aku akan selalu berusaha mencintainya. Tentu dengan belajar dan mencoba meneladaninya.
Muhammadku Cintaku.
Patah sakit, aku tanpamu, saat ada yang mencacimu.
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Ibadah Transaksional: Paradigma Religius yang Tumbuh dalam Bayang-Bayang Materialisme
- Get link
- X
- Other Apps
Jejak Politik Muslimah: Ketika Sejarah Bicara, Lalu Kita Membungkamnya
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment