Skip to main content

Featured

Gema Sepuluh Tahun

 Aku tidak pernah benar-benar tahu di mana batas antara jatuh cinta dan sekadar mengagumi. Bagi orang lain, perasaan itu mungkin punya spektrum warna yang jelas—merah membara atau merah muda yang manis. Tapi di kadarku, rasa suka itu datang begitu saja, datar, tenang, lalu menetap tanpa banyak menuntut. Sampai aku membaca kalimat Søren Kierkegaard suatu sore di sudut toko buku: “Kalau kamu bisa melepas dan mengorbankan apa pun yang kamu cintai untuknya tanpa berharap dia akan memilihmu atau tidak, itu baru namanya cinta.” Mesti begitu pahitkah? Dulu, aku mengira cinta adalah perkara merelakan dengan lapang dada. Kurasa tidak akan ada yang separah itu—sampai orang itu datang dalam hidupku. Seseorang yang tidak pernah berjanji apa-apa, tapi berhasil menguasai kepalaku hingga sepuluh tahun lebih. Selama itu pula, tanpa sadar aku telah memasang standar yang tidak kasat mata. Di setiap ruang tunggu stasiun, di antara ramainya kafe beraroma kopi, hingga pada senyum asing yang singgah ses...

Kau : Rumit dan Sederhana

 



Kau, Rumit dan sederhana 

Ada hal yang kadang begitu sederhana, namun mampu membuat luka lebar menganga.

Ada pula hal yang begitu rumit, malah mampu membuka sekelumit rasa dan membahagiakan.

Butuh kesadaran luar biasa untuk mengukur diri, ya sederhana bagi kita tentu akan berbeda dalam kacamata pandang manusia lain, begitu pun sebaliknya.

Kau tahu dari mana rumit lahir?

Kau tahu tidak dari mana sederhana lahir?

Tidakkah kau tahu, keduanya bisa jadi bahagiamu ?

Rumit dilahirkan dari orangtua yang papa dan lupa bahwa masalah bagi dirinya sungguh sangatlah kecil, masalahnya dia tak pernah mau menoleh dan sedikit saja menelisik betapa pedihnya hidup manusia lain.

Lalu, siapa yang melahirkan sederhana ?

Mereka lahir pula dari orangtua papa namun tak lupa bahwa masih banyak hal yang patut untuk disyukuri dalam hidup.

Keduanya lahir dari rahim papa yang sama, lalu mengapa berbeda ?

Itu, masalahnya, kau tak pernah mau melangkah dan bertanya dimana rumit dan sederhana.

Lalu, dimana rumit dan sederhana? 

Mereka lahir dari pikiranmu, berdamailah !

Buat mereka berdua terlahir sebagai bahagiamu, sudahi segala yang kau anggap rumit dan belajarlah, bahwa sebenarnya rumit dapat mendekatkan bahagia padamu.


Comments

Popular Posts