Skip to main content

Featured

Jatuh Cinta dan Hal-Hal yang Menghidupkanku

 "Pernahkah kau jatuh cinta?" Pertanyaan itu datang mengejutkan, hinggap di telingaku seperti kepakan sayap burung malam yang mencari tempat berteduh. Aku tertegun sejenak, menatap sejauh mata memandang, menembus cakrawala ingatan yang sesungguhnya ingin kulupakan. Tentu. Aku pernah jatuh cinta. Sangat dalam, dalam sekali. Sebuah rasa yang begitu menghunjam, menetap dalam waktu yang teramat panjang, hingga ia menjelma menjadi satu-satunya poros tempat duniaku berputar. Namun, tahukah kau apa harganya? Cinta yang seagung itu ternyata meminta bayaran yang teramat mahal. Ia merenggut fokusku, mengikis ketenangan jiwaku, dan yang paling menyakitkan ia membuatku kehilangan hafalan-hafalan yang pernah kujaga dengan seluruh detak nadiku. Cinta itu, pada akhirnya, menyisakan ruang hampa yang luluh lantak. Sejak badai itu berlalu, aku tak bisa lagi. Pintu itu telah tertutup, atau mungkin sengaja kukunci rapat-rapat. Rasanya, romansa dan cinta kasih antarmanusia memang bukan lagi bagia...

Hujan dan Rindu : Sebuah Puisi tentang Rasa Bertamu Takdir

                             



                                Langit, 19 November 2019

Pemberontak 

Aku tak tahu siapa dirimu

Menyapa saja, diriku tak mampu

Seperti direnggut seluruh nyaliku saat kau mengada

Aku tak tahu siapa dirimu

Berani sekali kau masuk dan menerjang benteng hati yang sudah dijaga berpuluh-puluh tahun lalu

Meruntuhkan tembok untuk menolak dicinta dan mencinta

Lancang ! Kau berlari kencang tanpa pernah menyapa sebagai permulaan jumpa

Butuh dua kali bertemu kau mampu utarakan cinta

Rasanya kali ini, aku memang kalah

Tak bisa menyerah untuk tidak menerimamu

Selamat datang di puing-puing reruntuhan hati, 

Aku bahagia akhirnya ada yang mampu menerobos



Kisah senja dan hujan

Comments