Skip to main content

Featured

Oposisi Lillahi Ta'ala

Kamu bayangin deh lagi nonton pertandingan sepak bola di mana seluruh orang di lapangan, mulai dari pemain kedua kesebelasan, wasit tengah, hakim garis, hingga penjaga gawang mengenakan jersey dari klub yang sama? Tidak ada tekel keras, tidak ada protes, dan semua pemain dengan riang gembira menendang bola ke gawang yang sama. Kalau kamu terlanjur membeli tiket untuk menonton laga itu, dijamin kamu akan langsung minta uang pengembalian sambil ngedumel karena itu bukan pertandingan olahraga, melainkan sirkus keliling yang kekurangan modal. Begitulah kira-kira gambaran ideal demokrasi jika dibandingkan dengan realitas politik kita hari ini. Di dalam buku teks kuliah ilmu politik atau hukum tata negara, oposisi digambarkan sebagai pahlawan berjas rapi. Tugas mereka mulia sekali, yaitu menjadi rem pengaman agar kekuasaan presiden tidak kebablasan menjadi raja kecil, merumuskan tandingan kebijakan yang masuk akal, sekaligus menjadi corong bagi rakyat kecil yang suaranya sering kali diabaik...

Hujan dan Rindu : Sebuah Puisi tentang Rasa Bertamu Takdir

                             



                                Langit, 19 November 2019

Pemberontak 

Aku tak tahu siapa dirimu

Menyapa saja, diriku tak mampu

Seperti direnggut seluruh nyaliku saat kau mengada

Aku tak tahu siapa dirimu

Berani sekali kau masuk dan menerjang benteng hati yang sudah dijaga berpuluh-puluh tahun lalu

Meruntuhkan tembok untuk menolak dicinta dan mencinta

Lancang ! Kau berlari kencang tanpa pernah menyapa sebagai permulaan jumpa

Butuh dua kali bertemu kau mampu utarakan cinta

Rasanya kali ini, aku memang kalah

Tak bisa menyerah untuk tidak menerimamu

Selamat datang di puing-puing reruntuhan hati, 

Aku bahagia akhirnya ada yang mampu menerobos



Kisah senja dan hujan

Comments